Blogroll

Tampilkan postingan dengan label ESSAY. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ESSAY. Tampilkan semua postingan

Hikmah Kebelet (sebuah dialog mahasiswa idiot)

Januari 04, 2014 |


Semalam nyusun bahan buat tanya dan sharing di acara BEM. Bahannya sederhana aja sih. Cukup beralasan lah buat bangun pagi. Tapi ada maksud lain buat datang; kepingin pelajari dekorasi dan teknis acaranya gimana, dan dapat snack buat hemat uang sarapan. Hehe

Pagi-pagi saya bergegas menuju auditorium pusat kampus. Tentu biar kebagian snack dan sertifikat yang katanya terbatas. Saya ambil tempat duduk paling depan. Sialnya, bokong saya harus tambah amblas, sebab acaranya mesti ngaret berjam-jam. Itu bukan soal. Panelis akhirnya datang dengan sambutan gemuruh, kayak kemarin dulu saat pengumuman kenaikan upah disambut para buruh. Ada capres dari parpol antahberantah Wiranto, Ketua DPD RI Irman Gusman, ketua Asosiasi Kabupaten sekaligus Bupati Isran Noor sampai ketua Asosiasi Provinsi sekaligus Gubernur Syahrul Y. Limpo. Acara dimoderatori Hanta Yuda dari Poltracking Institute. Semuanya memiliki track record cukup baik. Kemudian dibuka dengan pidato Presiden BEM yang begitu berapi-api. Saya sedikit suka singgungannya terhadap kondisi politik bangsa yang sekarang lagi carut-marut. Selanjutnya oleh panelis adalah menjenuhkan, tidak lagi disinggung persoalan bangsa yang up to date. Misalnya Dahlan Iskan yang nilep uang bencana alam gitu ?

            Selain dapat dua buku gratis, beberapa hal sempat saya catat. Bisa jadi lebih berharga dari snack dan buku tadi. Seperti Irman Gusman yang mengatakan bahwa demokrasi kita masih prosedural, belum substantif. Demokrasi yang berkualitas akan berdampak bagi kehidupan masyarakat. Dan kampus bukan menara gading yang jauh dari isu-isu masyarakat. Atau  Limpo dengan gaya nyentriknya mengatakan, tidak ada negara yang berjalan baik tanpa pemerintahan yang baik. Lalu Isran Noor nyambung soal mahasiswa. Menurutnya, mahasiswa yang memiliki tanggung jawab moral sudah cukup menjadi bekal untuk menjawab persoalan bangsa. Karena kepedulian moral adalah hal yang tak ternilai harganya. Kemudian Limpo nyeletuk lagi. Katanya, pemerintah yang mampu mengatur adalah pemerintah yang tangannya tidak terluka karena korupsi. Saya tidak mau tanggapi kata-kata Wiranto, takutnya kampanye hitam. Soalnya yang saya tangkap tadi juga demikian. Tapi nggak tau juga. Saya terkesan karena beliau salah satu tonggak berdirinya reformasi. Saya suka ketika beliau bicara soal jaman edan menurut kisah orang jawa kuno 700 tahun silam, pastinya bukan kisah Rahwana dari Nalengka Diraja. Kayaknya masih ada korelasi sama goro-goro Petruk jadi Ratu yang pernah dikisahkan @TrioMacan2000. Kedua kisah tersebut menyimpulkan, akan ada gerakan dahsyat melebihi 98 mengiringi transisi demokrasi Indonesia yang mendewasa. Sayangnya, mahasiswa-mahasiswa sekarang, atau pemuda pada umumnya, terluka otaknya gara-gara globalisasi yang salah serap. Nyontek pas ujian, atau bikin daftar pustaka setan (nggak jelas keberadaannya) kalau lagi ngerjain laporan, dan jadi hakim atas orang yang dituduh maling ayam. Termasuk saya yang akhir-akhir ini idiot menekuni twitter dan melanggengkan sistem belajar SKS. Halah, belajar aja elo nggak ! Hihi

            Saya mesti pulang lebih dulu, alasan datarnya ada responsi. Soalnya semalam bukannya siapkan bahan responsi, malah nonton ulang film Gie dan bikin bahan pertanyaan. Lagian acaranya jadi nggak asik karena saya sungguh kebelet beol. Ketika sedang memenuhi panggilan alam, saya jadi merenung. Entah karena larut dengan suasana beol atau saraf idealisme sedang aktif, tiba-tiba terngiang soal betapa peliknya kondisi bangsa ini. Kata-kata Gie merayapi toilet sempit. Para intelektual yang berdiam diri dari persoalan bangsa yang ada, telah melunturkan semua kemanusiaannya. Tapi, Gie. Saya kan idiot, nggak intelek ? Gie malah nanya balik, bukannya Isran Noor bilang kepedulian moral saja sudah cukup jadi bekal ? Gie meradang. Kita, adalah generasi muda yang dilahirkan untuk memberantas generasi tua yang mengacau ! Gie, please deh. Kritis aja sama jaman loe. Gue bukan hidup di abad loe yang nggak ada internet, android dan antek-anteknya. Godaan sekarang makin gede. Persoalan makin pelik. Gie terdiam, entah karena sedang berpikir atau sedang menikmati bau adonan yang keluar dari pabrik alam. Plung, plung, plung.. Kemudian datang lah TrioMacan2000 nyanyi iwak peyek. Si Gie malah goyang oplosan. Bayang-bayang baru muncul, Hitler dan Soekarno lagi duet goyang Caisar, disusul lenguhan panjang dari saya.

            Seperti yang dulu pernah saya tulis. Saya merasa dilahirkan di masa lampau dan menyangsikan hidup di abad sekarang. Namun yang patut disyukuri adalah tantangan yang begitu berat itu sendiri. Bukan lagi soal peralihan orde lama, orde baru atau reformasi. Tapi lebih kepada mengendalikan gejolak dalam diri atas kemudahan-kemudahan yang terfasilitasi jaman. Saya sadar akan  kepahitan menjadi realis. Saya mulai memikirkan bagaimana cara untuk berperan. Memang benar kata Mahatma Gandhi, ketika kita perjuangkan kebenaran, orang akan mengabaikan, menolak dan menentang, tapi akhirnya kita pasti menang. Dan TrioMacan2000 bisa jadi pandangan baru di era yang degil dan munafik ini. Setelah sebelumnya ada Soekarno dengan orde lamanya, Soeharto dengan orde barunya dan SBY dengan reformasinya. Saya lega semalam TrioMacan2000 dikemukakan Metrotv, setidaknya mematahkan keraguan teman kost terhadap ideologi yang saya anut, Pancasila. It is not about preception ! Tapi lebih kepada ideologi yang tidak menyerukan golongan. Saya sepakat karena Indonesia  multikultur, tidak seperti bangsa Arab yang monokultur. Sayangnya Metrotv masih mengopinikan akun TrioMacan2000 yang anonim, kejelasannya kabur. Padahal sudah beberapa kali admin singgung akun tersebut adalah pseudonim. Bahkan sekali waktu foto-foto para admin diunggah. Saya sendiri yakin Dahlan Iskan cemas.

Perjuangan manusia idiot baru dimulai. Beol selesai. Saya jadi menemukan jawaban sendiri dari pertanyaan-pertanyaan yang sudah dibuat. Belum cukup menjawab sih, tapi bisa jadi bahan bakar buat mulai bergerak memahami persoalan-persoalan bangsa ini: kepedulian moral. Tadinya mau menanyakan begini pas Dialog Kebangsaan, sayang acungan saya nggak terlihat moderator:

Akhir-akhir ini akun pseudonim (komunitas intelejen RI) TrioMacan2000 sangat populer  di media sosial twitter. Setelah diinformasikan oleh seorang teman mengenai akun tersebut dan mengikutinya,  saya yang awalnya awam dan buta soal politik, menjadi sedikit tahu dan paham apa itu politik. Khususnya perkembangan politik di Indonesia.

Analisa-analisa dan gagasan-gagasan yang dipaparkan melalui kuliah twit oleh beberapa adminnya, membuat saya jadi tahu sisi lain sosok  Jokowi, Dahlan Iskan, bahkan Presiden RI, dan bagaimana perjalanan politiknya. Saya sadar saya awam. Namun terlepas dari itu, bukan masalah fakta atau tidak fakta, suka atau tidak suka. Menurut saya, secara “logis” data dan analisa mereka benar dan masuk akal. Bahkan, beberapa kasus telah disinggung sebelum dikemukakan media. Salah satunya tentang Bunda Puteri yang ternyata Sylvia Sholeha, Ratu Atut yang secara eksplisit menjadi sebuah dongeng nyata, atau media yang tidak henti-hentinya mencitrakan  Jokowi. Semalam kasus Dahlan Iskan diangkat di Metrotv. Baru-baru ini telah dianalisa twit @Yusrilihza_Mhd yang menggugat MK dan hubungannya dengan kondisi beberapa partai politik besar, juga KPU. Kesimpulan dari analisa tersebut; lagi-lagi ada skenario dibalik itu semua, yang memungkinkan pemilu 2014 batal. Tidak ada pemilu di bulan april nanti. Entah siapa dalang dan apa motifnya. Katanya sih RI 1.

Tapi disini saya sampaikan, itu semua bukan soal, karena sekali lagi saya sadar  saya awam. Yang jelas, yang ingin saya sampaikan adalah  timbulnya suatu keyakinan dalam diri saya menyikapi hal-hal tadi, sekaligus menegaskan kembali pendapat Soe Hok Gie yang menyatakan bahwa politik adalah barang yang paling kotor, lumpur-lumpur kotor. Penuh deception point. Saya jadi muak dan pesimis kalau mesti berperan. Pertanyaan saya adalah, bagaimana bapak-bapak sekalian menyikapi hal tersebut ? Dan, mohon maaf, berikan saya pandangan bahwa politik tidak demikian adanya, bukan lumpur yang selamanya menjijikan. Saya terlalu skeptis dengan sebuah kalimat twit TrioMacan2000 yang mengatakan “politic is about preception”. Terimakasih.

Purwokerto, 05 Januari 2014
03.17 WIB

Sekre Forum Mahasiswa Indramayu Purwokerto
Read More